Rabu, 07 Oktober 2015

synopsis tarian serantang seringting



Synopsis Tari Serantang Serinting Silat (3s)
Oleh. Team Penari  SD Islam Birru-L-Waalidain

Dewan juri yang terhormat izinkan kami mempersembahkan Tarian kreasi baru yang kami ciptakan di sanggar seni tempat kami belajar. Dan kami persembahkan pula synopsis dari tarian ini agar dapat membantu memahami setiap gerak dalam kandungan tarian ini.
Tarian serantang serinting silat ini tercipta bermula dari dolanan anak perempuan yang sengaja berkumpul untuk memainkan sebuah permainan khas daerah banten  serantang serinting yang di gabungkan dengan gerakan pencak silat khas banten  yang di peragakan oleh seorang anak laki-laki remaja. Dalam permainan ini ada pesan moral yang terkandung dalam kalimat-kalimat yang diutarakannya yaitu pada kalimat “serantang serinting bibi semar nyolong gunting, guntinge bibi laos sedaket tangan sios” lakon bibi semar ialah sebagai seorang pencuri atau perampok yang sedang merencanakan tindak kejahatan. Sedangkan  bibi laos ialah lakon seseorang yang terancam bahaya dari tindak kejahatan. Dan gunting digunakan sebagai percontohan media harta benda yang hendak di rampas oleh pelaku tindak kejahatan tersebut. Dalam kalimat “sedakep tangan sios” permainannya sambil memperagakaan gerak satu tangan ditempatkan di atas pundak. Kalimat yang terkandung dari gerakan ini ialah agar menjaga harta kita dengan cara mengunci rapat-rapat pintu rumah kita agar terhidar dari tindak kejahatan seperti pencurian.
Kemudian peragaan silat yang terdapat dalam tarian tersebut ialah sebagai  jawaban dari keresahan yang di peragakan oleh bibi laos itu sendiri yang merasa tidak nyaman dengan adanya tindak kejahatan pencurian yang dilakukan oleh bibi semar yang hendak mengambil hara bendanya. Dalam artian bahwa silat digunakan untuk melindungi seseorang dari segala hal yang dapat merugikannya, diantaranya ialah tindak kejahatan pencurian, perampokan, mengambil hak orang lain.
Hal itu tercermin dari sejarah yang terpatri bagaimana para leluhur kita menciptakan pencak silat. Dan inilah Asal muasalnya pencak silat tertcipta di banten, konon dari seorang pendekar pada jaman Sultan Maulana Hasanudin yang menjadi Sultan di Banten ( 1552-1570), yaitu Ki Sarap. Singkat kata, setalah Ki Sarap mengalahkan salah seorang senopati banten yaitu Ki Semar; dengan berbagai kondisi dan pertimbangan, akhirnya Sultan mengangkat Ki Sarap Sebagai senopati dengan Gelar Senopati Nurbaya (Ki Urbaya). Dalam pelaksanaan tugas sebagai Senopati, Ki Sarap banyak berhadapan dengan para perompak yang beroperasi di sekitar teluk/laut Banten. Karena banyak tugasnya menjaga laut Ki Sarap juga dijuluki : Ki Patih Jaga Laut. Disinilah ilmunya semakin berkembang dan akhirnya diwariskan secara turun termurun di Banten, hingga saat ini.
Dari hikayat tersebut memang jelas sudah bagaimana sebenarnya pencak silat diciptakan. Ialah tidak lain untuk menumpas tindak kejahatan dan membela diri, bela bangsa, bela Negara serta bela agama. Bukan malah sebaliknya menguasai ilmu silat untuk melakukan hal-hal yang dapat merugikan orang banyak. Hal yang demikian jelas menyimpang sudah dari apa yang telah di pesankan oleh para leluhur kita yang menciptakan seni pencak silat tersebut.
Hingga saat ini banten di kenal sebagai tanah jawara. Artinya banyak para pendekar yang menguasai pencak silat. Silat digandrungi oleh para penduduk banten karena mereka ingin menjaga diri mereka harta mereka dan keluarga mereka dari para perampok serta tindak kejahatan lainnya. Jawara pada waktu itu adalah sebuah julukan bagi orang–orang yang mempunyai kepandaian dalam seni pencak silat, hanya saja sayangnya saat ini kata jawara kerap kali dipandang sebagai orang yang bertindak pada kriminalitas. Ini perlu di luruskan oleh kita di saat sekarang ini agar tradisi khas banten yang di turunkan oleh para leluhur kita tetap terjaga secara utuh dan selalu di gemari banyak orang bahkan kita berharap lebih jauh dati itu semoga lebih banyak para tunas bangsa kita khususnya putra banten untuk mempelajari lebih jauh lagi tentang seni pencak silat.
Demikian synopsis yang dapat di sampaikan melalui gerak  dan tulisan ini mudah-mudahan dapat membantu para dewan juri untuk memahaminya.
Sekian dan terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar